Peluang Bisnis Di Sektor Syariah Saat Pandemi

Pandemi adalah sebuah wabah penyakit yang terjadi dengan skala besar dan menyebar dengan cepat secara luas di suatu wilayah ataupun di belahan dunia dengan kasus penyakit yang mudah menular dan banyak jumlah penduduk yang menjadi korban.
Bisnis mudah saat pandemi merupakan penyakit yang menyerang sejumlah orang dalam kurun waktu yang sangat singkat yang diakibatkan oleh sebuah virus atau penyakit tertentu yang dapat berakibat fatal yaitu seperti kematian dan pandemic dapat dikatakan wabah penyakit yang terbilang penyebarannya sangatlah cepat, salah satu contoh kasusnya yaitu yang saat ini sedang menyerang dunia yaitu covid-19.
Pandemi covid-19 masih terbilang cukup tinggi dengan kasusnya yang masih terus meningkat dan belum segera reda.Wabah penyakit ini saat ini masih meresahkan warga di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka kematian covid-19 dan kasus orang yang di nyatakan positif masih tinggi di Indonesia.
Pandemi ini membuat banyak pihak merasakan dampak negatifnya, salah satunya menurunnya pendapatan atau krisis ekonomi yang dikarenkan terbatasnya aktivitas untuk bekerja. Tak hanya di sektor pekerjaan, dampak lain yang dihadapi saat covid -19 yaitu turut dirasakan oleh sektor ekonomi syariah.
Pandemi ini mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi di sektor syariah, sehingga permintaan dalam negeri ataupun luar negeri menjadi lemah. Selain itu berdampak pada kenaikan biaya produksi karena terdapat gangguan pemasok dana-dana perubahan kebutuhan untuk belanja.
Virus Corona atau dikenal dengan penyakit Covid-19 telah menghancurkan perekonomian dunia. Menurut kebanyakan para peneliti dan para ahli. Wabah ini dianggap menjadi penyebab krisis keuangan global yang paling parah, karena banyak memutuskan rantai atau ladang pekerjaan disuatu tempat yang di sebabkan oleh pembatasan akibat penularan covid-19 ini.
Yang mau tidak mau berimbas kepada banyak sektor, adapun sektor yang paling merasakan imbasnya adalah sektor pariwisata, perhotelan, dan penerbangan tak terkecuali sektor perbankan syariah.
Banyak pengangguran akibat banyaknya orang yang di PHK dan kurangnya pasokan bantuan. Hal itu malah banyak mengundang aksi kriminal seperti mencuri ataupun merampok untuk memenuhi kebutuhan hidup orang tersebut. Banyak yang terpaksa nekat agar dapat bertahan hidup di masa krisis ekonomi begini.
Di dalam sektor perbankan syariah, kemunculan perbankan syariah di Indonesia adalah murni keinginan dari banyaknya masyarakat agar tercapainya pertumbuhan ekonomi yang dianggap stabil dan dapat terus meningkat serta dapat melakukan transaksi keuangan mereka sesuai syariah.
Meski berbeda dari Negara lain yang dengan mudahnya mendapatkan respon baik langsung dari pemerintah, kemunculan industri keuangan syariah di Indonesia di inisiasi oleh pemerintah, maka pertumbuhan bank syariah di Indonesia masih terbilang minim karena tidaklah mudah untuk membangun perbankan syariah dikarenakan dukungan pemerintah yang masih sangat kurang di Negara kita.
Bagaimana Memulai Bisnis Saat Pandemi?
Namun walaupun begitu, negara Indonesia telah menunjukkan hasil yang maksimal di sektor syariah, pertumbuhan yang sangat bagus pada perbankan syariah membuat pemerintah memberikan tanggapan yang sangat positif bagi perbankan syariah. Dan dapat membantu kenaikan pertumbuhan ekonomi yang bagus di Indonesia.
Akan tetapi, saat pandemi covid-19 perbankan syariah harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Dampak covid-19 ini mengakibatkan naik turunnya pendapatan negara dikarenakan berkurangnya pemasok dan mahalnya nilai suatu barang. Pertumbuhan perbankan syariah mengalami kendala penurunan di tahun 2020 yang disebabkan karena dampak penyebaran virus covid-19 yang sampai saat ini belum reda dan sudah mulai merata di banyak wilayah Indonesia.
Beberapa kota besar telah membuat banyak aturan, khususnya telah memberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang sekarang juga disebut Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mengurangi penyebaran virus covid-19 ini.
Banyak sekali yang terkena imbasnya terutama disektor pariwisata, kantor, toko dan pabrik yang harus memberlakukan pekerjaan dari rumah atau berhenti beroperasi sementara waktu. Paket yang dikeluarkan pemerintah dapat berupa tunjangan selama covid-19 yang berupa bantuan masyarakat, keperluan tim medis, obat-obatan serta alat-alat kesehatan yang dibutuhkan untuk menghadapi wabah covid-19 ini.
Perbankan syariah merupakan asset atau alat di bidang ekonomi islam yang sangat penting dan paling utama di Indonesia. Perbankan syariah di yakini mempunyai nilai dan resistensi yang tinggi terhadap krisis ekonomi keuangan global, yang sebagaimana dibuktikan ketika krisis keuangan tahun 1997 sektor syariah dapat membantu merontoknya sebagian besar bank-bank di Indonesia.
Banyak pendapat dan ahli ekonomi Islam yang beropini mengatakan dengan optimis bahwa perbankan syariah islam diramalkan dapat melalui krisis ekonomi global ini dengan baik, sebagaimana yang telah dibuktikan ketika terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997.
Optimisme itu terlihat dari berbagai pernyataan baik dalam maupun luar negeri tentang Ekonomi Islam, khususnya perbankan syariah. Banyak yang berpendapat lagi bahkan yakin perbankan Islam akan berpeluang tinggi dan terus bersinar serta akan mendapatkan peranan yang besar dalam sistem keuangan dunia.
Namun karena memang porsi perbankan yang masih kecil dibandingkan dengan bank-bank konvensional tinggi lainnya, serta masih tingginya pengaruh tingkat ketergantungan perbankan syariah terhadap bank konvensional, terutama dalam masalah teknis operasional yang dijalankan. Akan tetapi meskipun begitu peluang untuk perbankan syariah masih cukup bagus dan terkendali untuk saat ini.
Menurut pendapat salah satu nara sumber, Direktur PT.Yoda Karya, perusahaan BUMN Ir. Delta Hatmantari.S, ada beberapa cara untuk mendapatkan peluang pekerjaan di sektor syariah :
1. Memahami kondisi industri apakah terdampak pandemi dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk bertahan dari kondisi yang masih dapat dikatakan sedang mengalami krisis ekonomi global yang disebabkan karena wabah covid-19.
Membuat lamaran pekerjaan yang baik dan benar serta mempercantik daftar riwayat hidup (CV). Untuk meraih peluang kerja diperbankan syariah saat masa pandemi juga dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan baik secara otodidak maupun yang diperoleh melalui kuliah online, pelatihan industri, ataupun dengan mengikuti kursus.
Kemudian mulai membangun jaringan seluas-luasnya. Selain itu jadilah pencari kerja yang selektif, bukan memilih-milih, ujar Delta seperti dikutip dari laman UGM.
Peluang dan jabatan akan muncul dan meningkat seiring pengalaman dan prestasi yang telah dilakukan. Negosiasi untuk masalah gaji akan lebih mudah saat berpengalaman dan punya kemampuan kerja melimpah.
Dinamika perkembangan perbankan syariah, khususnya di negara Indonesia tidak akan terlepas dari perkembangan perbankan konvesional dan krisis global yang terjadi. Meskipun program perbankan syariah sudah selalu menunjukkan nilai positif dan terus mengalami kemajuan yang cukup baik, namun karena keterbatasan ukuran perbankan syariah yang masih terlalu kecil, masih sulit bagi perbankan syariah untuk berperan lebih besar dalam perekonomian nasional.