Apakah Susu Kedelai Tidak Baik Untuk Pria

 https://www.gottingmahe.my.id/2025/06/apakah-susu-kedelai-tidak-baik-untuk.html

Pada beberapa orang, kemungkinan sudah pernah dengan jika ada orang yang mengucapkan tidak boleh banyak memakan kedelai, nanti dapat mandul, tidak boleh kebanyakan minum susu kedelai, nanti dapat jadi impoten maupun anda juga pernah membaca artikel yang mengulas jika “ Soy milk can kill yout testosterone.

Maka untuk mengonsumsi kedelai, ini bisa mengurangi kadar testosteron seorang pria, apakah hal ini benar, phytosetrogen juga bisa bereaksi pada hormon seks anda, khususnya estrogen serta testosteron, juga reseoptor pada masing - masing hormon itu.

Untuk pria, gejala estrogenik akan sangat besar saat konsumsi yang memiliki kandungan zat phytoestrogen mengurangi testosteron untuk pria. Partikulat phytoestrogen untuk kedelai yaitu ioflavone.

Hal ini sudah pernah di lakukan penelitian, efeknya jauh lebih kecil dari efek estrogen maupun androgen tersebut. Di ungkapkan kesimpulan, pada penelitian ini tidak ditemukan bukti, untuk itu penelitian di tahun 2001 serta di lakukan pada negara sakura yaitu Jepang. Di katakan sendiri bila soya sangat terkenal disana.

Di Jepang terdapat susu soya, telah banyak di produksi, kemudian kita tahu di Jepang umumnya di juluki dengan nama tofu. Di Jepang telah di lakukan penelitian di tahun 2001 juga di temukan bila subjek yang di berikan 400 ml oy milk ataupun kira-kira satu setengah cangkir sehari dalam jangka waktu delapan minggu. Lalu di lakukan kembali pemeriksaan, tidak ada perbedaan yang signifikan pada jumlah dan free testosterone mereka.

Siapa yang belum mengetahui jika Jepang adalah negara maju, maupun dari sisi pendidikan atau dari sisi kesehatan. Hal ini bila terbukti pada soya maupun kedelai bisa mengakibatkan berkurangnya tingkatan pada testosterone. Maka ini bisa berbahaya pada tubuh pria, untuk soya tidak di perbolehkan pada masyarakat jepang untuk memakan kedelai tersebut.

Hal ini akan membuat pemerintah jepang turun tangan bila ada permasalahan, namun pada penelitian yang di adakan tersebut tidak benar jika testosteron bisa mengurangi level di sebabkan mengonsumsi kedelai. 

Terdapat juga penelitian yang menyebutkan jika testosteron bisa mengurangi kadarnya sekitar tiga puluh lima persen, bila mengonsumsi isoflavone 20 mg / kg pada berat badan. Pada penelitian ini di lakukan percobaan pada seekor tikus.
Lalu untuk manusia bagaimana ? Bila pada manusia, pada seorang pria dengan berat badan 80 kg yang mengonsumsi isoflavon pada dosis yang sama tadi, yakni 20 mg / kg berat badan, otomatis anda harus mengonsumsi isoflavon sekitar 1600 mg.

Lalu apa anda ketahui, untuk menghasilkan isoflavon sekitar 1600 mg, anda dapat konsumsi berapa jumlah kedelai ? jawabannya yaitu 54 cangkir susu kedelai sehari, karena itu malah akan membuat mati kekenyangan lebih dulu, sebelum tingkatan testosteron anda berkurang, benar bukan ?

Kemudian ada juga penelitian lain yang di lakukan, mengungkapkan jika mengonsumsi protein pada kedelai sampai 50 gr sehari, tidak akan bermasalah. Pada catatan kondisi kesehatan anda saat keadaan normal, namun jika anda konsumsi secara berlebihan, sewaktu berat tubuh anda sudah berlebih, anda akan bisa mengalami masalah diabetes, anda memiliki masalah pada sistem metabolik, ini yang perlu untuk di pahami.

Sebab kelebihan protein maupun dalam kelebihan protein hewani atau nabati, hal ini juga sangat kurang bagus pada tubuh anda. Khususnya pada ginjal anda, kemungkinan anda juga bisa mengalami asam urat sebab protein yang berlebihan, namun bila mengonsumsi satu hingga tiga cangkir susu kedelai pada pria maupun wanita tidak akan bermasalah.

Untuk di Indonesia, kedelai telah di pakai sebagai salah satu bahan baku pembuatan tahu juga tempe. Juga ada yang memproduksi sebagai bahan lain, untuk kita ketahui bila informasi mengenai pengaruh buruk kedelai bisa sebagai menambah pengetahuan kita bersama. Semoga bermanfaat ya!!