Bahaya Dan Perilaku Merokok Pada Remaja

Pengertian bahaya merokok
Apakah masih ada yang belum kenal rokok! di lihat dari sejarah rokok telah di produksi secara besar-besaran di Indonesia sudah sejak tahun 1700. Rokok berasal dari tembakau yang di lipat dengan memakai kertas serta mempunyai kandungan nikotin yang merupakan salah satu zat psikotropika.
Rokok sudah di perjual belikan dengan bebas, tanpa mengenal usia untuk membeli produk yang satu ini. Telah banyak kaum remaja yang sudah mengkonsumsi rokok ini setiap hari, dari yang mengkonsumsi sebatang hingga mengonsumsi perbungkus setiap hari. Pada hal telah di ketahui dengan baik akan bahaya bila merokok pada kesehatan tubuh.
Di nilai akan bahayanya, sebab roko mempunyai kandungan karbon mono oksidan serta tar yang dimiliki pada kandungannya. Karbon monooksida bisa menggantikan oksigen pada darah yang menyebabkan organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Juga tar pada rokok bisa merusak paru-paru sampai berpengaruh ke dalam pernafasan.
Disamping dari penyakit yang disebutkan diatas, penyakit yang di sebabkan oleh perokok aktif yaitu akan mengalami gangguan pada paru-paru, kanker mulut, kanker kulit, gangguan lambung serta pada tingkat kesuburan. Hal ini sebenarnya pada rokok juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Contohnya bisa mengurngi gejala resiko penyakit parkinson, mencegah asma, membunuh kuma penyebab TBC serta bisa mengurangi resiko obesitas tubuh.
Meskipun rokok mempunyai manfaat, namun rokok memiliki bahaya yang jauh lebih berat bila merokok secara berlebihan. Telah banyak remaja yang sudah berlebihan mengonsumsi rokok, keadaan seperti ini bisa berpengaruh pada perkembangan serta fungsi otak.
Mengacu pada data dari badan pusat statistik di tahun 2018 sampai tahun 2020, persentase merokok pada penduduk yang berusia di bawah 15 tahun memperlihatkan jika tahun lalu lampung berada di posisi tertinggi dengan tingkat 33,43% penduduk disana adalah perokok.
Kepala badan BPS, kecuk suharianto mengungkapkan rokok kretek filter jadi penyumbang yang sangat besar kedua setelah komoditas makan. Di tambah pada angka penggunaan rokok 11,17% di daerah perkotaan serta 10,37% di daerah pedesaan.
Para pengguna rokok oleh remaja telah terlihat jelas, dapat di lihat banyaknya remaja laki-laki yang telah terlalu candu pada rokok. Mereka dapat menghabiskan rokok dengan waktu yang singkat, ketika mengkonsumsi rokok. Ketika berkumpul sesama teman-temannya saat itulah banyak remaja yang merukok tidak memperdulikan pada orang disekitarnya.
Walaupun telah di ketahui bahwa asap rokok dapat menimbulkan dan mengakibatkan orang tersebut meskipun perokok pasif. walaupun jarang merokok namun sering menghirup asapnya bisa menimbulkan gejala kanker paru - paru serta penyakit jantung koroner.
Rokok sudah di perjual belikan dengan bebas, tanpa mengenal usia untuk membeli produk yang satu ini. Telah banyak kaum remaja yang sudah mengkonsumsi rokok ini setiap hari, dari yang mengkonsumsi sebatang hingga mengonsumsi perbungkus setiap hari. Pada hal telah di ketahui dengan baik akan bahaya bila merokok pada kesehatan tubuh.
Di nilai akan bahayanya, sebab roko mempunyai kandungan karbon mono oksidan serta tar yang dimiliki pada kandungannya. Karbon monooksida bisa menggantikan oksigen pada darah yang menyebabkan organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Juga tar pada rokok bisa merusak paru-paru sampai berpengaruh ke dalam pernafasan.
Disamping dari penyakit yang disebutkan diatas, penyakit yang di sebabkan oleh perokok aktif yaitu akan mengalami gangguan pada paru-paru, kanker mulut, kanker kulit, gangguan lambung serta pada tingkat kesuburan. Hal ini sebenarnya pada rokok juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Contohnya bisa mengurngi gejala resiko penyakit parkinson, mencegah asma, membunuh kuma penyebab TBC serta bisa mengurangi resiko obesitas tubuh.
Meskipun rokok mempunyai manfaat, namun rokok memiliki bahaya yang jauh lebih berat bila merokok secara berlebihan. Telah banyak remaja yang sudah berlebihan mengonsumsi rokok, keadaan seperti ini bisa berpengaruh pada perkembangan serta fungsi otak.
Mengacu pada data dari badan pusat statistik di tahun 2018 sampai tahun 2020, persentase merokok pada penduduk yang berusia di bawah 15 tahun memperlihatkan jika tahun lalu lampung berada di posisi tertinggi dengan tingkat 33,43% penduduk disana adalah perokok.
Kepala badan BPS, kecuk suharianto mengungkapkan rokok kretek filter jadi penyumbang yang sangat besar kedua setelah komoditas makan. Di tambah pada angka penggunaan rokok 11,17% di daerah perkotaan serta 10,37% di daerah pedesaan.
Para pengguna rokok oleh remaja telah terlihat jelas, dapat di lihat banyaknya remaja laki-laki yang telah terlalu candu pada rokok. Mereka dapat menghabiskan rokok dengan waktu yang singkat, ketika mengkonsumsi rokok. Ketika berkumpul sesama teman-temannya saat itulah banyak remaja yang merukok tidak memperdulikan pada orang disekitarnya.
Walaupun telah di ketahui bahwa asap rokok dapat menimbulkan dan mengakibatkan orang tersebut meskipun perokok pasif. walaupun jarang merokok namun sering menghirup asapnya bisa menimbulkan gejala kanker paru - paru serta penyakit jantung koroner.