Cara menjaga keamanan Anak dari Dunia Maya digital

Perlindungan anak dari dunia maya
Menjadi orang tua di tahun 2025 lebih menantang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Anggota keluarga perlu mempelajari kebiasaan baru yang penting untuk kesehatan, seperti pantangan sosial, memakai masker dan sering mencuci tangan.
Namun selain itu, mengingat banyak hal dalam kehidupan sehari-hari kita sekarang dilakukan secara online atau online, kita juga perlu mengajarkan beberapa kebiasaan lain untuk menjamin keselamatan anak.
Lucian Teo, kepala pendidikan keamanan online Google, mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa keamanan digital keluarga selalu menjadi perhatian orang tua, dan hal ini kini menjadi semakin penting.
Kami telah bekerja dengan beberapa tim penelitian kepercayaan dan keselamatan untuk menyelidiki orang tua pada wilayah Asia-Pasifik (Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam), Amerika Serikat, Latin (Argentina, Kolombia, Brasil, dan Meksiko), dari sana kami menemukan bahwa orang tua dari anak-anak sekolah lebih mementingkan keamanan online daripada anak-anak sekolah biasanya.
Diakuinya, menanamkan kebiasaan berinternet aman pada anak tidaklah mudah. Oleh karena itu, ia pun membagikan beberapa tips berikut ini:
1. Ketahui dengan siapa anak itu berbicara
Pembatasan sosial merupakan konsekuensi serius akibat dari pandemi Covid-19, sehingga anak-anak juga dapat melakukan interaksi dengan teman secara online, baik melalui aplikasi pesan teks maupun pesan suara saat bermain game. Dalam hal ini, orang tua harus menyadari bahwa orang asing yang berniat jahat juga dapat menggunakan saluran komunikasi ini. Begitu pula di dunia nyata, kita selalu harus tahu bersama siapa mereka berbicara di Internet.
Oleh karena itu, orang tua harus mencoba berbicara dengan anak mereka tentang game apa yang mereka mainkan, video apa yang mereka tonton, dan dengan siapa mereka berinteraksi secara online.
Menurut survei ini, lebih dari 70% orang tua di kawasan Asia-Pasifik tidak yakin bahwa anak-anak mereka akan memberi tahu mereka jika mereka menghadapi situasi online yang tidak aman.
Faktanya, lebih dari sepertiga orang tua yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka tidak pernah membahas masalah keamanan online dengan anak-anak mereka. Kita harus bekerja keras untuk memastikan bahwa anak-anak selalu ada untuk membimbing dan melindungi mereka.
Penting juga bahwa saat mengevaluasi apakah suatu game cocok untuk dimainkan anak-anak, orang tua tidak hanya memeriksa kontennya, tetapi juga memeriksa apakah game tersebut memungkinkan komunikasi online dengan orang lain.
Beberapa game multipemain jarang menyediakan opsi interaksi sosial, seperti suka sederhana daripada pesan teks. Ini sangat mengurangi risiko interaksi sosial yang tidak perlu.
2. Lindungi identitas digital anak
Privasi dan keamanan informasi anak-anak adalah perhatian terbesar orang tua kami yang sedang diselidiki. Mereka mengatakan bahwa mereka khawatir dengan risiko penipuan atau peretasan ke akun anak-anak.
Untuk melindungi informasi anak-anak secara online, Anda dapat mencoba beberapa metode sederhana. Pertama, orang tua perlu mengajari anaknya cara membuat kata sandi yang kuat yang tidak mudah ditebak.
Jangan lakukan penggunaan sandi sederhana untuk dalam menggunakan nama, ulang tahun, atau bahkan karakter kartun kesukaanmu.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa anak-anak harus selalu menggunakan platform yang memiliki reputasi baik untuk keamanan penggunanya.
3. Menampilkan konten yang sesuai usia
Untuk waktu yang lama, mengkhawatirkan anak-anak akan menemukan konten yang tidak pantas telah menjadi salah satu perhatian terbesar orang tua.
Dalam hal ini, ada beberapa fitur keamanan keluarga yang dapat digunakan untuk membantu melindungi anak-anak dari konten yang mungkin tidak sesuai dengan usia.
Namun survei juga menunjukkan bahwa jumlah orang tua yang menggunakan fitur ini masih kurang dari 40%. Berikut beberapa fitur yang dapat langsung digunakan orang tua:
* Telusur Aman di Google dapat membantu memfilter konten yang jelas dari semua jenis penelusuran (termasuk gambar, video, dan situs web) di hasil penelusuran Google. SafeSearch dirancang untuk mencegah hasil pencarian yang tidak pantas di hasil pencarian Google (seperti konten pornografi).
* Kelola perangkat anak-anak dengan membuat akun Google untuk anak-anak dan menggunakan Family Link. Dengan cara ini, orang tua dapat menambahkan filter ke pencarian Google, memblokir situs web, memberikan akses hanya kepada personel yang berwenang, atau melacak lokasi anak-anak mereka (jika mereka memiliki perangkat sendiri).
* Fungsi kontrol orang tua di YouTube Kids dapat membatasi waktu penggunaan, hanya menampilkan video yang disetujui, atau memilih konten yang sesuai usia.
Padahal, teknik lain pun diuji, misalnya hanya mengizinkan anak menggunakan internet di tempat umum dalam keluarga (seperti ruang keluarga). Tapi yang lebih penting, Anda harus bisa memberikan contoh yang benar.