Perbedaan Influencer Dan Affiliate Marketer

https://www.gottingmahe.my.id/2025/06/perbedaan-influencer-dan-affiliate.html

Kelebihan Dan Kekurangan Influencer Dengan Affiliate Marketing

Influencer dan Affiliate Marketer ini sebenarnya berada di spektrum yang sama jika dilihat dari profesinya, yaitu sama-sama konten kreator. Bedanya hanya di cara mendapatkan rupiahnya, yang satu via order dan yang lainnya via link.

Influencer

Influencer, seperti namanya influencer ini memberikan pengaruh kepada sekelompok masyarakat melalui konten yang diberikan. Umumnya memiliki massa yang lebih kecil dibandingkan media konvensional, namun memiliki karakteristik massa yang lebih interaktif dan mudah dipersuasi oleh influencer tersebut. Influencer yang bagus adalah Influencer yang memiliki engagement rate tinggi yaitu diatas 5%.

Cara kerja influencer seperti :
* Klien menghubungi influencer secara personal, menanyakan rate card kerjasama.

* Influencer menunjukkan insight atau analytics dari akun, serta menawarkan benefit yang akan didapat jika menjalin kerjasama.

* Influencer menawarkan harga yang sesuai dengan permintaan klien.

* Persetujuan kontrak.

* Influencer melakukan post konten sesuai dengan kesepakatan.

* Report sesuai dengan performance yang sudah disepakati

* Jika hasil report dan hasil konten sudah sesuai dengan performance yang disepakati maka influencer sudah berhak mendapatkan sejumlah nilai untuk jasanya

* Persaingan para influencer sekarang sangat berat dan harus kompetitif. Jadi, kita ya harus siap juga bersaing. Kalau kita nggak bisa menyaingi dari jumlah followers, kita bisa coba bersaing harga atau benefit. Intinya kita ya tetep harus "perang" dulu, nggak semudah yang kita bayangkan selama ini.

Kalau ngak mau bersaing bisa dengan jalan memutar tapi hasilnya lebih langgeng, dengan membangun reputasi di sosial media sendiri dulu. Perbanyak follower misalnya di instagram atau pinterst. Pasti akan banyak perusahaan yang tertarik dengan anda untuk bekerjasama agar menghasilkan uang dan orderan yang banyak. Jadi bisa penghasilannya lumayan!

Kenapa sih kok harus posting konten tiap hari?, mana gratis lagi!
Semua sosial media itu suka sama konten kreator yang rajin bikin konten. Selain itu, hal ini bisa juga untuk membangun basis massa dan membentuk karakter atau personal kita di sosial media. 

Kebiasaan posting tiap hari ini mungkin susah dilakukan oleh sebagian besar dari kita, namun kalau kamu merasa nyaman ngejalaninnya berarti kamu memang cocok untuk jalanin karir influencer di masa depan. Kamu boleh coba di Sociabuzz, langsung masuk linknya Disini. Bagaimana tertarik jadi influencer!!

Affiliate Marketer

Sedikit berbeda dengan Influencer yang menitik beratkan pada rutinitas konten, affiliate marketer menitikberatkan pada umur konten dan ketertampakannya di dunia digital. Umumnya, affiliate marketer membuat konten tutorial, review, top 10, first impression dari suatu produk yang memiliki program affiliate. 

Jika ada seorang penikmat konten kita yang akhirnya tertarik dengan produk tersebut karena membaca review kita misalnya, maka kita akan mendapatkan presentase pendapatan mulai dari 5% an hingga 70%, besar kan ya?


Cara kerja Affiliate marketer:
* Kita sebagai Publisher mencari perusahaan produk yang memiliki program affiliate Advertiser.

* Publisher mendaftar program affiliatenya, bisa secara langsung via website atau melalui affiliate network seperti involve asia,Accestrade, indoleads com, bukalapak dan shoppee.

* Advertiser menilai kelayakan publisher, jika kita memiliki website atau channel youtube atau Blog, maka proses ini akan jadi jauh lebih cepat dan lebih besar kesempatan untuk diterima. Namun dalam beberapa kesempatan ada program yang bisa menerima hanya sosial media saja seperti facebook atau twitter.

* Advertiser memberikan Link affiliate unik khusus untuk kita sebagai publisher.

* Publisher membuat konten yang sesuai dengan produk affiliate tersebut. Misal, kita menjadi affilaite dari bukalapak, maka kita bisa membuat konten "Tutorial produk pakaian atau produk kecantikan" dengan menyematkan affiliate link kita di website maupun di deskripsi Youtube atau blog maupun di sosial media.

* Ketika ada pembelian terhadap produk tersebut, maka kita akan mendapatkan fee atau jasa pemasaran produk sekian persen sesuai dengan perjanjian di awal, besaran fee bervariasi tergantung produk dan harganya, semakin besar harga produk yang dipasarkan maka feenya bisa juga besar.

Kalau untuk influencer "hanya" dibayar satu kali untuk satu konten, sedangkan affiliate marketer kita bisa dibayar berkali-kali dari satu konten yang sama. Maka dari itu fokusnya adalah untuk menambah umur konten dengan cara selalu mengupdatenya dengan perkembangan jaman serta memperbaiki teknik pemasaran kita. Bahkan nggak jarang harus juga didukung dengan konten yang terbaik agar bisa selalu jadi rujukan orang di internet.
Mas, bagaimana kalau saya tak punya kemampuan untuk review produk tertentu tapi tetep pengen dapet komisi affiliatenya karena lumayan nilanya. Tinggal daftar dan buat review tentang produknya.

Catatan:

Influencer memang mudah sekali untuk dipelajari dan cenderung lebih enteng karena tidak punya beban untuk membuat konten yang dalam, cukup bikin konten setiap hari. Sedangkan affiliate marketer sedikit lebih rumit untuk didalami dan lebih berat dalam pembuatan konten karena sebagai affiliate marketer konten adalah segalanya. 

Mulai dulu dari bangun platform digital website dan channel youtube, tingkatkan kemampuan sebagai affiliate marketer, baru cuan gede kemudian. Perlu di perhatikan untuk jadi affiliate marketer tidak mudah karena pemainnya sudah sangat banyak dari marketplace-marketplace besar. Jadi kamu harus memiliki strategi untuk memenangkan persaingan itu agar penghasilanmu gede. Sekian!!